Powered By Blogger

Senin, 08 Februari 2010

Puisiku

Kelopak Kelopak Jiwa

Adakah engkau
memajang wajahku
Di dinding Kenanganmu?
Gambaranmu itu tak lagi mirip dengan wajahku...
karena
nestapa telah memulas aku dengan warnanya.
                                  Khalil Gibran


5840

Aku lelah..
menghitung waktu....
5480 jam telah berlalu,
ada kamu disini

tak pernah kau jauh
meski kukayuh langkahku
kupacu, secepat kubisa
tetap saja ada di sini

Diantara kisi kisi hati,
ada sisa ruang untukmu.
meski imaji ku bawa pergi
atau terganti sesosok lagi,

tetap saja
kau tak mau pergi

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Badai Dalam Damai

Sampai kapan kukelukan bibir
sedang hati terus mengamuk
terlihat damai di depan mata
tapi ada pedang dalam hati

Terang rindu masih ada
tersisa hati disela ratap
ingin kurangkul hari lalu
disaat...
masih ada detik detik berbagi

Aku masih menyimpan rasa
yang hanya terlihat
oleh jiwa jiwa peka
                   291200




 Labuhan Hati
 
Terombang ambing jiwa rapuh
ditengah samudera hati biru
lelah mendayung sampan kalbu
menanti nanti labuhan pasti

Nusa jauh di garis cakrawala
luas samudera tak ada labuhan
badai dan angin menerjang sampan
bertahan aku untuk labuhan.

Esa tahu lelah ini
Esa Tahu rasa ini
hanya dia  yang tahu pasti...

Pernah nusa di depan mata
tak ada karang tambatan sauh
asa sesaat dan hilang lagi
dayung sampan hati ke labuhan pasti

Tujuan pasti tak tentu arah,
aral mengahdang ku pasang hati
lelah takut terasa hati
tabah mananti labuhan pasti
                               191100



Siladen

Disini.....
ada lantunan ombak
ditengah gemercik Hujan
ada sepi

Disini....
malam semakin larut
langit semakin gelap
terpuruk hati dalam sepi

Disini
Ingin kusentuh berkas cahaya
dimana mungkin engkau di sana
dalam senyum diantara sinarnya

Disini
Diam aku dalam sunyi
meratapi hari hari nan sepi,
nikmati buaian rindu
ratapi bayang bayang lalu

Adakah kau mau mengerti
ingin hati satu lagi,
ingin hati senyum lagi,
seperti dulu....
tanpa cinta
tanpa kisah

Sejujurnya
Masih ada engkau disini
tertancap dalam sebuah hati
walau terlalu sering tersakiti

Sayat kisahmu berbekas nyata
bayang bayangmu mengiring langkah,
ukir jejakmu  sepanjang rasa

haruskah aku terus terpuruk
oleh jejak jejak nyata.....?
tidak!!
karena..
Dia tak pernah jauh.





Tuhan,
Jika memang ini kehendakMU
biarkan ini kujalani
jika dia memang untukku
biarkan dia kumiliki

Berkati kami lewati hari
tetap jaga sertai kami
terima kasihku tak terperi
untuk dia yang kau beri

mungkin ini yang kunanti
mungkin dia  tambatan hati
di saat luka lebar menganga
dia bawa kasih yang nyata.
                          280101


Hadirmu

Kuhadirkan senyummu 
diantara riak sungai,
kuhadirkan bayangmu diantara
teduhnya alam
kudengar suaramu
diantara bunyi dedaunan
ada dirimu dalam damai

kicauan burung membuka hari
sehangat mentari memecah pagi
kubuka hati tuk sosok diri
temani diri dalam sepi

tetaplah disini temani diri
jalani hari tuk saling memiliki
kubuka hati tuk bagi kasih
tanpa peduli siapa dibalik diri
                           300101


Bahagiaku

Ada....
seberkas nur menembus kabut
setitik embun di tanah gersang
seulas senyum di bibir nestapa
kala sosok hadir bawa asa

Kuangkat wajah yang lama tertunduk
kupandang jalan yang lama tertutup
kau bawa asa di tengah durjana
kau tabur kasih di hati remuk

Sadar aku dalam duka
terjaga aku dalam nestapa
ternyata
masih ada asa dalam derita

Terima kasihku hanya untukmu
yang kini diam bersamaku,
dengan apa adanya diriku.
Tak peduli siapa dirimu
Bersama sambut hari baru
                          060201








Tidak ada komentar:

Posting Komentar