Hakim-hakim 11:1-11
Setiap kali mendengar kata sundal, pasti yang pertama terlintas dalam benak kita adalah liar, nakal, tak senonoh, jijik, dan berbagai macam pemikiran asusila. Sangatlahkurang beruntung, bagi mereka yang lahir dan hidup di bawah asuhan orang tua atau dari perempuan sundal. Selain di kucilkan, pasti pandangan tiap orang terhadap orang tua dari anak anak perempuan sundal, pasti tidak jauh berbeda dengan cara pandang mereka terhadap orang tau mereka.
Di zaman hakim Yefta, pandangan sebelah mata, dikucilkan dan diskriminasi, benar benar dirasakan oleh Hakim Yefta (ay 2). meskipun ia gagah perkasa dan di katakan sebagai pahlawan, tapi gelar yang ia sandang sebagai anak perempuan sundal tidaklah menempatkan dia selayaknya sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa, sebaliknya ia diusir dari kehidupan yang sebenarnaya. Ketika sesorang yang sudah tidak dianggap lagi, maka segala kemampuan, potensi dan kebaikan yang pernah dilakukan sesorang, pasti juga sudah tidak diperhitungkan lagi. Hal inilah yang di alami oleh hakim Yefta. Tapi apa yang hakim yefta lakukan bagi bangsa Israel adalah suatu hal yang menunjukkan bahwa ia benar benar seorang pahlawan yang sejati. Ketika dalam kemelut dan bangsa Israel memerlukan sesorang yang mampu untuk membantu mereka dalam peperangan maka sosok Yefta diingatlan kembali oleh Tuhan kepada tua-tua bangsa Israel.
Saudaraku, dalam kehidupan sehari hari, disekeliling kita banyak anak anak yang terlahir dari orang orang yang kehidupannya diluar norma masyarakat terlebih lagi agama . Mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan dari seorang perempuan sundal. Banyak dari anak anak ini selalu dipandang sebelah mata, dikucilkan, bahkan tak dianggap oleh orang orang sekitarnya, meskipun mungkin anak anak ini terkadang memliki potensi besar dalam banyak hal, layaknya anak anak lainnya. Latar belakang sosial kadang kadang membuat sesorang terhalang dalam berkreasi dan berkspresi.
Sebagai orang yang pernah diusir, dikuculkan dan tak dianggap ini, hakim Yefta bisa saja bersikap membalaskan dendamnya kepada bangssa Israel dengan tidak mau bergabung lagi, bahkan ia bisa saja membantu musuh untuk menundukkan bangsa Israel. Namun apa yang diperbuatnya adalah, menerima kembali dengan tangan terbuka panggilan bangsa Israel sambil mengharapkan Pertolongan dan campur tangan Tuhan dalam peperangan. apa yang kita bisa pelajari dari Hakim Yefta ini adalah bagaimana ia, seorang pemuda yang gagah perkasa dan pahlawan yang mau untuk menerima kembali panggilan bangsa Israel ketika bangsa ini memerlukan dia dalam peperangan. ia mampu melupakan apa yang diperbuat oleh bangsa israel dan berusaha setia membela tanah air dan bangsanya.
saudaraku, ketika tua tua bangsa Israel menyadari bahwa mereka memerlukan pertolongan sesorang yang pernah mereka kucilkan, apa yang mereka perbuat merupakan salah satu pelajaran penting yang patut kita teladani yaitu mereka mampu untuk membuka diri atas keadaan yang sebenarnya, mangakui akan kemampuan dan potensi orang lain dan berani untuk memanggil kembali orang yang benar benar tepat dalam kondisi yang mereka hadapi.
Saudara terkasih, seringkali kita tidak mengerti cara Tuhan dalam bertindak, Ia bisa memakai siapa saja yang Ia kehendaki untuk menjadi pelayannya, entah ia anak yang terpelajar bahkan sampai anak seorang perempuan sundal. Ia memiliki banyak cara untuk memenuhi dan melaksanakan kehendakNya. Untuk itu, kita diajarkan untuk tidak melihat sesorang dari latar belakang sesorang dalam suatu komunitas. marilah kita mengambil pelajaran dari hakim Yefta ini untuk tidak mendendam, tidak merasa diri penting dan mampu memaafkan. begitupula dengan sikap tua tua bangsa israel yang mampu untuk melepaskan gengsi kesombongan, mau mengakui kemampuan orang lain, dan mampu memperbaiki hubungan yang pernah diputuskan. kiranya tulisan sederhana ini mampu membawa damai sejahtera Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus menyertai kita semua ...amin.
Setiap kali mendengar kata sundal, pasti yang pertama terlintas dalam benak kita adalah liar, nakal, tak senonoh, jijik, dan berbagai macam pemikiran asusila. Sangatlahkurang beruntung, bagi mereka yang lahir dan hidup di bawah asuhan orang tua atau dari perempuan sundal. Selain di kucilkan, pasti pandangan tiap orang terhadap orang tua dari anak anak perempuan sundal, pasti tidak jauh berbeda dengan cara pandang mereka terhadap orang tau mereka.
Di zaman hakim Yefta, pandangan sebelah mata, dikucilkan dan diskriminasi, benar benar dirasakan oleh Hakim Yefta (ay 2). meskipun ia gagah perkasa dan di katakan sebagai pahlawan, tapi gelar yang ia sandang sebagai anak perempuan sundal tidaklah menempatkan dia selayaknya sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa, sebaliknya ia diusir dari kehidupan yang sebenarnaya. Ketika sesorang yang sudah tidak dianggap lagi, maka segala kemampuan, potensi dan kebaikan yang pernah dilakukan sesorang, pasti juga sudah tidak diperhitungkan lagi. Hal inilah yang di alami oleh hakim Yefta. Tapi apa yang hakim yefta lakukan bagi bangsa Israel adalah suatu hal yang menunjukkan bahwa ia benar benar seorang pahlawan yang sejati. Ketika dalam kemelut dan bangsa Israel memerlukan sesorang yang mampu untuk membantu mereka dalam peperangan maka sosok Yefta diingatlan kembali oleh Tuhan kepada tua-tua bangsa Israel.
Saudaraku, dalam kehidupan sehari hari, disekeliling kita banyak anak anak yang terlahir dari orang orang yang kehidupannya diluar norma masyarakat terlebih lagi agama . Mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan dari seorang perempuan sundal. Banyak dari anak anak ini selalu dipandang sebelah mata, dikucilkan, bahkan tak dianggap oleh orang orang sekitarnya, meskipun mungkin anak anak ini terkadang memliki potensi besar dalam banyak hal, layaknya anak anak lainnya. Latar belakang sosial kadang kadang membuat sesorang terhalang dalam berkreasi dan berkspresi.
Sebagai orang yang pernah diusir, dikuculkan dan tak dianggap ini, hakim Yefta bisa saja bersikap membalaskan dendamnya kepada bangssa Israel dengan tidak mau bergabung lagi, bahkan ia bisa saja membantu musuh untuk menundukkan bangsa Israel. Namun apa yang diperbuatnya adalah, menerima kembali dengan tangan terbuka panggilan bangsa Israel sambil mengharapkan Pertolongan dan campur tangan Tuhan dalam peperangan. apa yang kita bisa pelajari dari Hakim Yefta ini adalah bagaimana ia, seorang pemuda yang gagah perkasa dan pahlawan yang mau untuk menerima kembali panggilan bangsa Israel ketika bangsa ini memerlukan dia dalam peperangan. ia mampu melupakan apa yang diperbuat oleh bangsa israel dan berusaha setia membela tanah air dan bangsanya.
saudaraku, ketika tua tua bangsa Israel menyadari bahwa mereka memerlukan pertolongan sesorang yang pernah mereka kucilkan, apa yang mereka perbuat merupakan salah satu pelajaran penting yang patut kita teladani yaitu mereka mampu untuk membuka diri atas keadaan yang sebenarnya, mangakui akan kemampuan dan potensi orang lain dan berani untuk memanggil kembali orang yang benar benar tepat dalam kondisi yang mereka hadapi.
Saudara terkasih, seringkali kita tidak mengerti cara Tuhan dalam bertindak, Ia bisa memakai siapa saja yang Ia kehendaki untuk menjadi pelayannya, entah ia anak yang terpelajar bahkan sampai anak seorang perempuan sundal. Ia memiliki banyak cara untuk memenuhi dan melaksanakan kehendakNya. Untuk itu, kita diajarkan untuk tidak melihat sesorang dari latar belakang sesorang dalam suatu komunitas. marilah kita mengambil pelajaran dari hakim Yefta ini untuk tidak mendendam, tidak merasa diri penting dan mampu memaafkan. begitupula dengan sikap tua tua bangsa israel yang mampu untuk melepaskan gengsi kesombongan, mau mengakui kemampuan orang lain, dan mampu memperbaiki hubungan yang pernah diputuskan. kiranya tulisan sederhana ini mampu membawa damai sejahtera Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus menyertai kita semua ...amin.

