Powered By Blogger

Senin, 24 Oktober 2011

Membuka Hati

Hakim-hakim 11:1-11
Setiap kali mendengar kata sundal, pasti yang pertama terlintas dalam benak kita adalah liar, nakal, tak senonoh, jijik, dan berbagai macam pemikiran asusila. Sangatlahkurang beruntung, bagi mereka yang lahir dan hidup di bawah asuhan orang tua atau dari perempuan sundal. Selain di kucilkan, pasti pandangan tiap orang terhadap orang tua dari anak anak perempuan sundal, pasti tidak jauh berbeda dengan cara pandang mereka terhadap orang tau mereka.
  Di zaman hakim Yefta, pandangan sebelah mata, dikucilkan dan diskriminasi, benar benar  dirasakan oleh Hakim Yefta (ay 2). meskipun ia gagah perkasa dan di katakan sebagai pahlawan, tapi gelar yang ia sandang sebagai anak perempuan sundal tidaklah menempatkan dia selayaknya sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa, sebaliknya ia diusir dari kehidupan yang sebenarnaya. Ketika sesorang yang sudah tidak dianggap lagi, maka segala kemampuan, potensi dan kebaikan yang pernah dilakukan sesorang, pasti juga sudah tidak diperhitungkan lagi. Hal inilah yang di alami oleh hakim Yefta.  Tapi apa yang hakim yefta lakukan bagi bangsa Israel adalah suatu hal yang menunjukkan bahwa ia benar benar seorang pahlawan yang sejati. Ketika dalam kemelut dan bangsa Israel memerlukan sesorang yang mampu untuk membantu mereka dalam peperangan maka sosok Yefta diingatlan kembali oleh Tuhan kepada tua-tua bangsa Israel.
Saudaraku, dalam kehidupan sehari hari, disekeliling kita banyak anak anak yang terlahir dari orang orang yang kehidupannya diluar norma masyarakat terlebih lagi agama . Mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan dari seorang perempuan sundal. Banyak dari anak anak ini selalu dipandang sebelah mata, dikucilkan, bahkan tak dianggap oleh orang orang sekitarnya,  meskipun mungkin anak anak ini terkadang memliki potensi besar dalam banyak hal, layaknya anak anak lainnya. Latar belakang sosial kadang kadang membuat sesorang terhalang dalam berkreasi dan berkspresi.
Sebagai orang yang pernah diusir, dikuculkan dan tak dianggap ini, hakim Yefta bisa saja bersikap membalaskan dendamnya kepada bangssa Israel dengan tidak mau bergabung lagi, bahkan ia bisa saja membantu musuh untuk menundukkan bangsa Israel. Namun apa yang diperbuatnya adalah, menerima kembali dengan tangan terbuka panggilan bangsa Israel sambil mengharapkan Pertolongan dan campur tangan Tuhan dalam peperangan. apa yang kita bisa pelajari dari Hakim Yefta ini adalah bagaimana ia, seorang pemuda yang gagah perkasa dan pahlawan yang mau untuk menerima kembali panggilan bangsa Israel ketika bangsa ini memerlukan dia dalam peperangan. ia mampu melupakan apa yang diperbuat oleh bangsa israel dan berusaha setia membela tanah air dan bangsanya.
saudaraku, ketika tua tua bangsa Israel menyadari bahwa mereka memerlukan pertolongan sesorang yang pernah mereka kucilkan, apa yang mereka perbuat merupakan salah satu pelajaran penting yang patut kita teladani yaitu mereka mampu untuk membuka diri atas keadaan yang sebenarnya, mangakui akan kemampuan dan potensi orang lain dan berani untuk memanggil kembali orang yang benar benar tepat dalam kondisi yang mereka hadapi.
Saudara terkasih, seringkali kita tidak mengerti cara Tuhan dalam bertindak, Ia bisa memakai siapa saja yang Ia kehendaki untuk menjadi pelayannya, entah ia anak yang terpelajar bahkan sampai anak seorang perempuan sundal. Ia memiliki banyak cara untuk memenuhi dan melaksanakan kehendakNya. Untuk itu, kita diajarkan untuk tidak melihat sesorang dari latar belakang sesorang dalam suatu komunitas. marilah kita mengambil pelajaran dari hakim Yefta ini untuk tidak mendendam, tidak merasa diri penting dan mampu memaafkan. begitupula dengan sikap tua tua bangsa israel yang mampu untuk melepaskan gengsi kesombongan, mau mengakui kemampuan orang lain, dan mampu memperbaiki hubungan yang pernah diputuskan. kiranya tulisan sederhana ini mampu membawa damai sejahtera Yesus Kristus dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus menyertai kita semua ...amin.

Senin, 08 Februari 2010

Puisiku

Kelopak Kelopak Jiwa

Adakah engkau
memajang wajahku
Di dinding Kenanganmu?
Gambaranmu itu tak lagi mirip dengan wajahku...
karena
nestapa telah memulas aku dengan warnanya.
                                  Khalil Gibran


5840

Aku lelah..
menghitung waktu....
5480 jam telah berlalu,
ada kamu disini

tak pernah kau jauh
meski kukayuh langkahku
kupacu, secepat kubisa
tetap saja ada di sini

Diantara kisi kisi hati,
ada sisa ruang untukmu.
meski imaji ku bawa pergi
atau terganti sesosok lagi,

tetap saja
kau tak mau pergi

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          
Badai Dalam Damai

Sampai kapan kukelukan bibir
sedang hati terus mengamuk
terlihat damai di depan mata
tapi ada pedang dalam hati

Terang rindu masih ada
tersisa hati disela ratap
ingin kurangkul hari lalu
disaat...
masih ada detik detik berbagi

Aku masih menyimpan rasa
yang hanya terlihat
oleh jiwa jiwa peka
                   291200




 Labuhan Hati
 
Terombang ambing jiwa rapuh
ditengah samudera hati biru
lelah mendayung sampan kalbu
menanti nanti labuhan pasti

Nusa jauh di garis cakrawala
luas samudera tak ada labuhan
badai dan angin menerjang sampan
bertahan aku untuk labuhan.

Esa tahu lelah ini
Esa Tahu rasa ini
hanya dia  yang tahu pasti...

Pernah nusa di depan mata
tak ada karang tambatan sauh
asa sesaat dan hilang lagi
dayung sampan hati ke labuhan pasti

Tujuan pasti tak tentu arah,
aral mengahdang ku pasang hati
lelah takut terasa hati
tabah mananti labuhan pasti
                               191100



Siladen

Disini.....
ada lantunan ombak
ditengah gemercik Hujan
ada sepi

Disini....
malam semakin larut
langit semakin gelap
terpuruk hati dalam sepi

Disini
Ingin kusentuh berkas cahaya
dimana mungkin engkau di sana
dalam senyum diantara sinarnya

Disini
Diam aku dalam sunyi
meratapi hari hari nan sepi,
nikmati buaian rindu
ratapi bayang bayang lalu

Adakah kau mau mengerti
ingin hati satu lagi,
ingin hati senyum lagi,
seperti dulu....
tanpa cinta
tanpa kisah

Sejujurnya
Masih ada engkau disini
tertancap dalam sebuah hati
walau terlalu sering tersakiti

Sayat kisahmu berbekas nyata
bayang bayangmu mengiring langkah,
ukir jejakmu  sepanjang rasa

haruskah aku terus terpuruk
oleh jejak jejak nyata.....?
tidak!!
karena..
Dia tak pernah jauh.





Tuhan,
Jika memang ini kehendakMU
biarkan ini kujalani
jika dia memang untukku
biarkan dia kumiliki

Berkati kami lewati hari
tetap jaga sertai kami
terima kasihku tak terperi
untuk dia yang kau beri

mungkin ini yang kunanti
mungkin dia  tambatan hati
di saat luka lebar menganga
dia bawa kasih yang nyata.
                          280101


Hadirmu

Kuhadirkan senyummu 
diantara riak sungai,
kuhadirkan bayangmu diantara
teduhnya alam
kudengar suaramu
diantara bunyi dedaunan
ada dirimu dalam damai

kicauan burung membuka hari
sehangat mentari memecah pagi
kubuka hati tuk sosok diri
temani diri dalam sepi

tetaplah disini temani diri
jalani hari tuk saling memiliki
kubuka hati tuk bagi kasih
tanpa peduli siapa dibalik diri
                           300101


Bahagiaku

Ada....
seberkas nur menembus kabut
setitik embun di tanah gersang
seulas senyum di bibir nestapa
kala sosok hadir bawa asa

Kuangkat wajah yang lama tertunduk
kupandang jalan yang lama tertutup
kau bawa asa di tengah durjana
kau tabur kasih di hati remuk

Sadar aku dalam duka
terjaga aku dalam nestapa
ternyata
masih ada asa dalam derita

Terima kasihku hanya untukmu
yang kini diam bersamaku,
dengan apa adanya diriku.
Tak peduli siapa dirimu
Bersama sambut hari baru
                          060201








Minggu, 07 Februari 2010

Bacaan: 2 Tawarikh 34:1-7

Lonceng tanda istirahat berbunyi anak anak kelas 1 SMU Pertiwi langsung behamburan keluar kelas, sambil merapikan buku pelajaran, Olivia di kagetkan dengan hentakan meja oleh Chintia" brang!!" suara hentakan itu mengejutkan Olivia. Sambil tertawa Chintia langsung merangkul olivia dan berkata: " kaget ya....jangan terlalu serius dong jeng...santai sedikit napa sich?". "Tiaaa.....kaget nih!! kalo jantung gua copot gimana??" olivia mengumpat. Umpatan Olivia hanya di balas dengan senyum cibiran." Aim sori dweeehhh!! sory yaw pren...." dan senyuman manispun mengiringi permintaan maaf teman dekat yang cantik, funky and heboh ini. " Ya...iya....laen kali, jangan cuman segitu ya....bawa bom sekalian!" kedua sahabat ini saling bercanda sampai dan tiba-tiba Chintia sambil setengah berbisik ia mengucapkan sesuatu diteling Olivia..dan" wooow...ada yang sedang jatuh cinta nich...siapa sich??" dengan penasaran Olivia mengejar sesuatu yang barusan dibisikkan Chintia...."bukan ama siapa-siapa.....i'm so..so happy!!" sambil mengulangi perkataan yang dibisikkan di telinga Olivia,  ada sesuatu yang beda yang dirasakan olivia saat menatap mata cantik teman baiknya ini....ada sesuatu kegembiraan, tapi bukan kegembiraan yang pure...yang keluar dari hati yang paling dalam....yang..." ah!! apapun itu ikut seneng aza Liv,..temen lagi happy juga.....!"" hati kecil kecil Olivia menimpal. Lamunan Olivia terhenti seketika saat teriakan suara sempreng, nyaring, berisik keluar dari tubuh yang mungil kecil dari luar ruangan  memekakkan  telinga " Mao makan gak....laper nih...!!" sambil berlari kecil  ketiga sahabatan ini setengah bergandengan menuju kafe di belakang sekolah.
Bunyi nada pesan singkat HP olivia berbunyi, sambil menghabiskan sarapannya ia menengok text sms .."hm dari Chintia...nek gue gak sempat bikin PR nanti sampe di kelas pinjemin gue ya..makasih...you are my best friend!! ada smily penutup sms. 'kumat lagi deh penyakit malesnya ni anak ....!" sambil HP dikantongin, ia bergegas ke sekolah
.
15 menit lagi lonceng berbunyi, Olivia agak agak gelisah..." katanya mo bikin PR kok belon nongol juga..!" mata Olvia gak lepas dari kedua daun pintu di depan kelas. Sesosok tubuh muncul....dengan  tergesa gesa ia menyambar buku yang ada di tangan Olivia...dan napas ngos-ngosan ia chintia mulai memanfaatkan sisa waktu yang ada sebelum lonceng berbunyi..." abis ngejar maling nek??"....celetuk Olivia, sambil tersenyum paksa Chintia berusaha konsentrasi dengan PR buatan temennya ini.....Olivia memandang raut muka best friendnya.....cantik tapi agak pucet..trus tatapan matanya agak-agak berbeda " ah..kurang  tidur kaleee" hati kecil Olivia nyeletuk.
Hari ini ulang tahun Olivia biasanya  yang paling pertama ngucapin selamt pasti Chintia tapi ....sambil menoleh ke belakang hanya ada bangku kosong...."Tia..kamu dimana.....i miss you....Olivia menoleh ke pintu.."ah ia absen lagi hari ini...".
Beberepa minggu terakhir ini Chintia sudah beberapa kali absen...kalaupun sekolah pasti gak bikin PR and kerjaanya malas malasan dalam kelas..Olivia penasaran sejak bisikkan i'm so happy itu...Chintia sepertinya benar benar sedang tenggelam dalam dunianya sendiri ia belum pernah berterus terang lagi sama Olivia apa maksudnya...happy....happy for what?? or with who?? and kenapa ia gak pernah ngalanjutin lagi ceritanya?? berjejal pertanyaan pertanyaan dalam otak Olivi akui..akhir akhir ini ia sibuk dengan persiapan lomba scincenya, sehingga bertemu dengan Chintia hanya sebatas makan dan pinjemin PR. Olivia masih menerawang dan bergumam dalam hati.....da ia teringat dengan bisikkan Chintia waktu itu...."apa maksud i'm so happy-nya Chintia??.kalopun dia benar benar gembira, dia pasti ceritain ke kita kita.. and kayaknya...kalo orang lagi gembira pasti bawaanya cerah ceria...kok malah tambah kusut aja....??Olivia baru sadar.....Chintia berubah...ada sesuatu dengan sahabat karibnya yang gak ia sadari..tapi apa itu??" Olivia merenung dan....tiba tiba, suara Delon mengalun melalui HP Oliviaberbunyi....tanda ada panggilan masuk,  nomor tak di kenal, dengan penasran tombol hijau HP sederhana itu di tekan dan "ya hallo....Olivia mencoba mengenal suara halus lembut di seberang sana..." hallo selamat malam dik...Olivia ya??" suara wanita dewasa itu ..lembut tapi tegas " ya betul denga saya sendiri...denga siapa ini ya.....??" penesaran membungkus pikiran dan perasaan...suara itu berlanjut " maaf de...kami dari Rumah sakit Budi Setia..kebetulan ada pasien yang baru di rawat di sini gak punya identitas..yang ada dalam tasnya cuma nama  dan nomor telpon ini..itupun  dalam buku laporan Praktikum Scince warna Biru kelas I B SMA Pertiwi....." sayup sayup terdengar suara diseberang sana...kepala  Olivia pening...bulu kuduknya berdiri...sendi sendi lutut dan seluruh tubuhnya lemas, kedua telapaknya berkeringat...ya Tuhan...buku itu...buku laporan praktkum itu kan tadi siang dipinjemin ke Chintia.....Olivia gemetaran...." maaf dek...kalo bisa tolong hubungi orang tua teman ade secepatnya..karena teman anda  perlu penanganan yang lebih lanjut...suara diseberang ini menjelaskan..Olivia bingung ya Tuhan..kenapa Chintia...kecelakaan kah?? ditabrak larikah atuu abis dirampok...atau...kepala Olivia semakin kencang seperti di ikat tali ketika ia membayangkan temannya di culik dan di bawa oleh segerombolan laki laki jahat yang mau....Ahhhh!!  jangan sampai hal itu terjadi Tuhan.....Olivia Berdoa dalam hatinya..dan terdengar suara wanita di seberang sana mulai menyudai teleponnya....sambil terbata bata dan dengan telinga yang setengah ditutup agar tidak mau mendengar pernyataan di seberang seperti bayangan terakhirnya tentang laki laki preman yang ingin melampiaskan nafsu...ia coba bertanya " maaf bu....Chintia kenapa Bu..??" ada kecemasan yang amat sangat di hati Olivia..." OD nak!!".. "Brakk.!! ada berton ton semen jatuh di kepala Olivia sendi lutut lepas...dan wajah terasa panas....Bayangan laki laki preman bertubuh tinggi besar langsung hilang tak berbekas..yang ada hanya rambut kusut dan mata yang agak menonjol yang terhakir kali diperlihatkan Chintia tadi pagi di sekolah...Oh My God!!....dengan mata berkaca, dan jari jari yang masih bergetar..Olivia mengumpulkan sisa sisa tenaganya untuk menekan tombol tombol kecil di HP nya...Kontak,  Tante Siska, tombol hijau, " Tuhan..berikan hidup satukali lagi.....untuk bersamanya...." virgin mengalun,,,tapi kemerduan lagu itu tak terdengar lagi..hanya ada bunyi degup jantung...dan sesak dada karena lagu itu masih terus mengalun......dan" Tante Siska...??.kalimat pendek terucap dari mulut yang bergetar....Sunyi.
Minggu pagi ini udara sangat fresh Olivia bersiap dengan tas kecil dan se buket bunga Lily kesukaan Chintia...semalam Chintia telah melewati masa kritisnya.... ternyata kejadianya ini bermula ketika ia berkenalan dengan sorang cowok lewat Facebook, Joe namanya . Awalnya mereka sebatas  chating dan berlanjut dengan telpon telponan. Rupanya Joe anak yang cute charming dan perhatian. ..dari telpon telponan mereka janjian ketemuan dan.. Joe ternyata  lebih dari apa Chintia duga bukan hanya cute tapi. dia mampu mmpengaruhi Chintia hingga....Chintia bisa Jatuh. Siang itu sepulang sekolah Chintia dijemput  Joe pergi ke salah satu rumah temannya.  Selama ini ternyata pertemanan mereka sudah semakin jauh....Joet elah memperkenalkan Chintia dengan drugs dan Chintia telah terlena dengan kesenangan yang semu itu hingga malam itu Chintia kelebihan menkonsumsinya, mereka hanya menitipkan Chintia dalam Taxi untuk dibawa pulang, dan kejadian itu terjadi, Chintia kejang kejang  dalam Taxi dan beruntung dia  ditolong oleh supir Taksi ke rumah sakit. Sepertinya Joe sudah Tahu hal ini akan terjadi sehingga Dia hanya menitipkan Chintia dengan  taxi.
Olivia menelusuri lorong panjang dengan cat putih bersih dan taman bunga yang terawat rapi di sepanjang kiri lorong depan kamar kamar rumah sakit. Ia sedikit deg degan sesampainya de depan kamar 206. Perlahan ia membuka pintu dan sesosok gadis muda terbujur di atas kasur dengan selang infus yang tertanam dalam kulit dan seorang Ibu 40 tahun yang menunggui di sampingnya..Dengan mata agak kantuk Ibu itu tersenyum dan mempersilahkan Olivia untuk duduk di samping tubuh yang lemah itu dengan lembut. " bagaimana Keadaanya tan?" Olivia berbisik takut Chintia terbangun. " masa kritisnya sudah lewat dan Dia sudah mulai sadar....sambil membawa bunga lily cantik , dan meletakkannya di samping meja kiri bagian kepala Chintia.
kehadiran Olivia spertinya di sadari oleh Chintia... jari jemari kecil Chintia bergerak,  kelopak matanya terbuka perlahan, dengan wajah yang pucat dan kaku, bibir Chintia mulai bergerak dan ..ia tersenyum, seakan ingin mengatakan sesuatu..matanya sayu, berkaca kaca dan ada desahan napas panjang...dan perlahan ada butiran air mengalir dari sudut matanya .....ia menangis. Sayup sayup dari speaker rumah sakit, terdengar alunan Pulanglah anakku oleh Nikita kecil... pulanglah .....anakku Bapa rindu kembali...pulanglah..anakku ada ampun Bapa bagimu....butiran air mata itu semakin panjang dan lama...ada aliran air mata penyesalan Chintia..ketiga manusia dalam ruangan putih bersih itu terdiam sunyi sambil mengarahkan telinga pada speaker Rumah sakit, ada sesuatu yang hadir dalam ruangan itu,,sesuatu yang hangat yang dengan lembut terdengar....".Raja Yosia..muda bertalenta..mendeikasikan dirinya untuk Tuhan jalannya tidak menyimpang kekiri dan kekanan, pada masa mudanya ia mencari Tuhan dan dia mampu bertindak..ia menghancurkan berhala berhala nenek moyangnya...ia bertindak mengambil keputusan..mendobrak budaya nenek moyang yang tidak benar  dan memerintahkan bangsa Israel untuk kembali beribadah kepada Tuhan, Allah leluhur mereka......Olivia dan Chintia tertegun dan suara lembut itu berlanjut.....adakah kita ....pemuda pemuda gereja, tonggak masa depan gereja mampu mengambil keputusan seperti Raja Yosia.....?? pada Masa muda kita, apakah kita mau mencari Allah?? apakah ditengah tengah hingar bingar dunia kita mampu membatasi diri dan menghancurkan berhala berhala Modern seperti ketergantungan pada Narkoba, hedonisme dan mementingkan diri sendiri, dengan menolak dan mampu berkata tidak terhadap narkoba, minuman keras, sex bebas dan kebiasaan kebiasaan buruk dalam pergaulan??...Anak-anaku yang tekasih......Ucapan yang lembut terdengar kembali, membuat kedua anak ini tertunduk...ada sesuatu dalam dada anak anak ini..yang tak terlukiskan..tak terkatakan...perasaan ingin terus mendengarkan Firman..dan suara itupun berlanjut.....mungkin kita bukan seorang raja seperti layaknya Raja Yosia,.....yang memiliki kekuatan, Power dan kekuasaan......tapi kita adalah raja terhadap diri kita sendiri....kita harus mampu mendobrak kebiasaan kebiasaan buruk yang ada di lingkungan kita bahkan dalam keluarga kita yang tidak di kehendaki Tuhan, berkarya terus  dalam Tuhan sehingga...kita bisa berbuah bagi kelurga, masyarakat dan semua orang yang ada disekitar kita...., saat ini ambilah keputusanmu,  manfaatkanlah waktu yang Tuhan berikan kepadamu dengan bertobat, akui Dia sebagai Juruselamat pribadimu....jadilah terang, dan nama Allah Bapa dalamYesus Kristus dimuliakan....Amin.
Suara speaker itu berhenti dan bergati dengan alunan lembut pujian yang harum...perlahan  kedua tangan Olivia dilipat dan dengan senyum kepada sahabat tercintanya ia berkata mari kita berdoa.....sejenak sepi dan ada satu suara lembut lagi yang menaikkan pujian syukur atas apa yang terjadi.....Tuhan punya rencana bagi Chintia sehingga ia masih diberikan kesempatan untuk hidup dalam pertobatan yang sungguh, untuk berbuah bagi siapa saja yang ada disekitarnya, dengan talenta yang Tuhan sudah berikan padanya...dan teman teman serta orang orang yang mencintai dia...
Sambil berlinang air mata, Chintia mencoba berkata kata...dan.. "i'm so so happy because of  Jesus....!!" senyum yang tulus dan murni terpancar, dan menutupi wajah yang pucat pasi itu...... 
Terima Kasih Tuhan........syukur tak terkira menggema dalam hati Olivia.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukaran. Amsal 17:17